Rabu, 19 Oktober 2011

Arema Tidak Menjual Pemain


Ribuan anggota Aremania. Masa depan klub mereka, Arema, masih belum jelas.
TERKAIT
Manajemen Arema Malang versi Rendra Kresna membantah menjual pemainnya setelah PSSI memutuskan mengakomodasi rivalnya, Arema versi M Nur untuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga (ISL) mendatang.
Kami tidak menjual pemain. Kami memberikan kebebasan kepada mereka untuk memilih klub demi masa depan pemain itu sendiri. Mereka butuh pekerjaan. Mereka juga perlu pengembangan karier. Justru kabahagiaan bagi kami kalau mereka bisa memiliki klub
"Kami tidak menjual pemain. Kami memberikan kebebasan kepada mereka untuk memilih klub demi masa depan pemain itu sendiri. Mereka butuh pekerjaan. Mereka juga perlu pengembangan karier. Justru kabahagiaan bagi kami kalau mereka bisa memiliki klub," ujar Media Officer Arema Sudarmaji, Senin (3/10/2011).
"Memang kasihan para pemain itu karena sebagian belum mendapatkan klub. Sementara untuj tetap bertaham di Arema Rendra tidak mungkin karena PSSI tidak mengakomodasi. Ini adalah akibat sikap PSSI yang tidak memilih penyelesaian rekonsiliasi seperti yang diterapkan PSSI terhadap Persebaya Surabaya," tambahnya.
Menurut dia, sebenarnya Arema Rendra sangat dirugikan karena selama ini yang mengurus pemain adalah Rendra. Mereka tetap berlatih dengan disediakan akomodasi sekalipun kompetisi vakum.
Bahkan sejak ketika pada kompetisi ISL tahun 2010-2011 Arema kesulitan finansial sementara Ketua Yayasan Arema M Nur menghilang berbulan-bulan. Demikian pula yang melunasi sisa tiga bulan gaji pemain adalah kubu Rendra.
PSSI memang mengakomodasi Arema kubu M Nur untuk masuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga. Keputusan ini bukan hanya diprotes kubu Rendra, tetapi juga Aremania, julukan bagi suporter Arema.
Kalangan pemain juga menyesalkan sikap PSSI karena saat Arema kesulitan keuanga n pada kompetisi tahun lalu, M Nur malah menghilang secara tiba-tiba. Kemudian yang menyelesaikan sisa gaji mereka 3 bulan adalah Rendra Kresna bersama Iwan Kurniawan dan Edi Rumpoko.


Butuh Tambahan 5 Pemain Baru

Pelatih Arema, Milomir Seslija merasa 23 pemain yang akan memperkuat Arema musim depan masih belum cukup dan membutuhkan beberapa tambahan pemain lagi.

Butuh 5 Pemain Lagi. Skuad Arema saat berlatih di lapangan Agrokusuma Wisata Batu. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Milo-sapaan akrabnya-menilai 23 pemain tidak cukup untuk mengarungi kompetisi musim depan, apalagi Arema juga kemungkinan akan berlaga di Liga Champion Asia (LCA). “Saya menginginkan ada tambahan 5-6 pemain lagi di skuad ini,” ungkap pelatih berkebangsaa Bosnia ini.
Ditanya tentang tambahan pemain di posisi apa, Mantan pelatih FC Rudar Bosnia ini mengungkapkan jika lini belakang harus ada tambahan pemain. “Ya sekitar 2 pemain untuk lini belakang,” lugasnya
Untuk diketahui saat ini lini belakang Arema hanya memiliki 2 stoper murni yaitu Leonard Tupamahu dan Irfan Raditya. Jumlah ini tentu saja tidak ideal, apalagi Arema harus menjalani 46 pertandingan di IPL dan beberapa pertandingan di kompetisi asia.
Sementara itu, Media Officer Arema, Noor Ramadhan mengatakan, pihak manajemen pasti akan menambah jumlah pemain yang ada saat ini, dengan pemain yang berkualitas dan berpengalaman. “Pasti kita akan tambah jumlah pemain,”tuturnya.
Meski demikian, keinginan tambahan pemain ini mungkin akan sedikit terkendala dengan kabar jika PSSI membatasi jumlah pemain dalam satu klub hanya 25 pemain. “Kalau segitu pastinya tidak cukup untuk Arema, nanti kita negolah karena idealnya antara 28-30 pemain,” ujar Nunun-sapaan akrabnya-mengakhiri wawancara. (onn/mia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar