Manajemen Arema Indonesia versi Rendra Kresna menolak ikut kompetisi Liga Primer Indonesia (Indonesia Primiere League) di bawah kendali PT Liga Prima Indonesia karena dianggap melanggar statuta PSSI.
“Itu demi menyelamatkan sepak bola nasional agar tak melakukan pelanggaran secara sengaja dan terus-menerus terhadap statuta PSSI yang nantinya berdampak pada kelangsungan persepakbolaan nasional,” kata Sudarmaji, juru bicara Arema kubu Rendra, pada Sabtu, 15 Oktober 2011.
Sebaliknya, menurut Sudarmaji, klub Singo Edan siap mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia di bawah kendali PT Liga Indonesia mulai 1 Desember mendatang bersama 13 klub lain. Untuk itu, manajemen Arema yang berkantor di Jalan Sultan Agung 9, Kota Malang, itu siap menyerahkan dokumen verifikasi sekaligus siap menjalani verifikasi faktual oleh PT Liga Indonesia.
Jauh sebelum PSSI memenangkan kubu Muhamad Nur--Ketua Yayasan Arema--pada 23 September, Arema kubu Rendra sudah mempersiapkan semua dokumen administrasi untuk memenuhi lima syarat yang ditetapkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk dapat mengikuti kompetisi kasta tertinggi, yaitu syarat finansial, legal, infrastruktur, personel, dan sporting. Namun PSSI hanya melakukan verifikasi administrasi tapi mengabaikan permintaan Arema agar PSSI melakukan verifikasi faktual ke Malang.
Arema Sultan Agung tak bertanggung jawab atas keputusan beberapa pihak yang mengatasnamakan PT Arema Indonesia dalam temu manajer klub pada 13-14 Oktober lalu, yang menyatakan Arema ikut LPI bersama 10 klub lainnya. Pihak yang dimaksud tak lain adalah Arema kubu Muhamad Nur alias Arema Tidar.
Selain itu, Arema kubu Rendra mendukung pembagian saham 99 persen untuk klub dan satu persen untuk PSSI sebagaimana diputuskan dalam Kongres PSSI di Bali. Pembagian saham sangat membantu pengembangan dan pembinaan sepak bola di daerah, sekaligus membantu keuangan klub.
”Kami juga mengajak Aremania mendukung setiap langkah semua pihak insan sepak bola untuk memajukan sepak bola Indonesia, dengan tetap menghormati dan menjalankan aturan yang telah diatur dalam statuta PSSI, serta instrumen hukum yang diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.”
Pernyataan Arema Kubu Rendra ditanggapi Arema kubu Muhamad Nur. Noor Ramadhan alias Nunun, sang juru bicara, menegaskan Arema tetap mengikuti kompetisi resmi di bawah PSSI. Nunun pun memastikan Arema tak menandatangani dokumen apa pun dalam temu manajer kemarin.
“Tidak benar kalau ada yang menyatakan Arema ikut menolak (LPI). Posisi kami jelas, sebagai klub kami siap mengikuti kompetisi resmi atau tetap berinduk ke PSSI, dengan tidak ikut dukung-mendukung operator kompetisinya, apakah itu PT Liga Prima atau PT Liga Indonesia,” kata Nunun.
Saat ini, kata Nunun, Arema fokus mempersiapkan tim yang tangguh lewat latihan rutin, termasuk mengadakan pemusatan latihan sepekan sejak 10 Oktober lalu yang dipimpin langsung pelatih asal Bosnia, Milomir Seslija, dibantu asisten pelatih Abdurrahman Gurning dan pelatih kiper Hendri Koto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar